Judul : Daun- Daun Berserakan
Percikan Pemikiran Mengenai Ilmu Pengetahuan dan
Pendidikan
Penulis : Andi Hakim Nasoetion
Penerbit : IPB Press
Tebal : 620 lembar
Peresensi : Fitri Mulyaningsih
Buku dengan judul Daun- Daun
berserakan merupakan buku yang berisi kumpulan pemikiran dari seorang Profesor
Andi Hakim Nasoetion. Pak Andi adalah seorang intelektual yaitu ahli bidang
statistika pertanian. Beliau memiliki riwayat pendidikan di HIS Ardjoena Bogor
hingga menjadi seorang mahasiswa pertanian di IPB dengan mendapat
predikat cumlaude dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy dari University of Kentucky.
Buku ini secara mayoritas berisikan
pandangan-pandangan beliau akan pendidikan. Di buku ini, dijelaskan dengan baik
pandangan beliau akan mekanisme masuk PTN yang selektif, masalah salah masuk
jurusan bagi lulusan SMA, dan juga polemik susahnya insan cendekia jebolan SMA
sederajat memasuki jenjang Perguruan Tinggi karena terkendala biaya. Beliau memberikan
argumennya disertai analisis tajam serta solusi sehingga menjadi rujukan bagi
khalayak masyarakat luas.
Salah satu topik
yang menjadi sorotan penulis adalah peran akan mahasiswa dan ilmuwan sebagai
pusat pembangunan daerah bagi lingkungannya.
Masalah yang terjadi adalah penggunaan mahasiswa dalam masyarakat belum
dilibatkan secara menyeluruh. Dalam hal ini pengabdian masyarakat oleh
mahasiswa perlu dikemas menjadi kurikulum. Hal ini dilatar belakangi oleh
pemuda atau mahasiswa memiliki idealisme yang besar dalam mewujudkan
cita-citanya. Mahasiswa sebagai fakator pengembangan daerah merasakan kontak
secara langsung dengan lingkungan dapat menstimulus penambahan pengetahuan
dimana dapat langsung memperaktikan ilmu yang telah di dapat di bangku kuliah.
Mahasiswa adalah
wahana penerus peradaban bangsa. Nasib negara terletak pada kualitas
sarjananya. Sebagai investasi negara, mahasiswa memiliki peran yang besar dalam
mengarahkan haluan negara. Tidak ada mahasiswa yang tamat belajar melainkan
ijazah yang diterima adalah keterangan bahwa ia telah menerima sekumpulan
pengetahuan yang memungkinkannya mengembangkan pengetahuan dengan usahanya
sendiri. Oleh karena itu belajar secara kontinue dan teratur adalah syarat
utama untuk lulus terhormat dalam jangka waktu yang normal.
Masalah
lain dari pendidikan terdahulu adalah, orang tua yang mendidik anaknya hanya
untuk menempati 3 jabatan terdiri dari
dokter, insinyur sipil dan tambang serta tentara. Akan tetapi kodrat manusia
adalah membutuhkan pangan, oleh karena itu pertanian adalah faktor kehidupan
yang tidak akan pernah mati dan terus akan menjadi kebutuhan yang mutlak.
Disisi lain sangat disayangkan apabila lulusan SMA yang cerdas enggan melamar
fakultas MIPA, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, Ekonomi dan Tata
Laksana.
Buku ini sangatlah cocok dibaca oleh
semua kalangan terutama para guru dan stakeholder
pendidikan negeri ini yang rindu akan pemikiran cemerlang dan gemilang akan
dunia pendidikan. Manfaat yang diambil adalah setiap ranah ilmu pengetahuan
memiliki peran dengan porsi yang berbeda. Mengkolaborasikan setiap variabel
yang berbeda untuk saling melengkapi perlu dilakukan dalam meningkatkan
kemajuan pendidikan.

Komentar
Posting Komentar