CARA BERPIKIR SUPRARASIONAL
MENYELESAIKAN MASALAH DAN MENDAPATKAN
REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA
| Raden Ridwan Hasan Saputra |
Buku
ini merupakan buku yang memaparkan cara berpikir suprarasional. Penulis
menyusunnya berdasarkan hasil dari pelatihan-pelatihan dan sosialisai yang
dilakukannya. Secara umum, saya dapat memahami buku ini dari bagaiman penulis
memberikan pemahaman tentang hubungan dunia ghaib yakni Allah dengan dunia
nyata. Pembaca akan mudah memahami buku ini apabila telah tertanam keyakinan di
hatinya tentang dunia ghaib yakni Allah. Betapa dekatnya kita dengan apa yang
kita inginkan asalkan kita memahami sesungguhnya siapa yang berhak mencukupi
keinginan kita dan bagaimana kita berhak untuk menerimanya. Berikut adalah
resensi buku “Cara Berfikir Suprarasional” yang dapat saya tuliskan kembali.
Secara
umum pemikiran manusia terdiri dari 4 pola pikir diantaraya pemikiran natural,
rasional, supranatural dan supra rasional. Dari ke-4 pemikiran tersebut,
suprarasional adalah pemikiran terbaik yang perlu dimiliki setiap manusia di
muka bumi ini untuk memecahkan permasalahan. Hal ini dikarenakan pemikiran
rasional yang secara umum diaggap baik ternyata tidak dapat menyelesaikan permasalah
yang sangat sulit. Orang yang berfikir secara rasional dan mempercayai ghaib
(Allah SWT) akan senantia mempertimbangkan setiap kebijakannya kepada Allah
yang Maha Kaya lagi Bijaksana sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan
yang jitu.
Orang
yang berfikir suprarasional mengorientasikan hidupnya sebagai karyawan Allah,
yakni tidak materialistis dan mengutamakan pahala. Pahala adalah suatu ganjaran
baik atau disebutkan dalam buku sebagai tabungan ghaib yang berasal dari perilaku
baik manusia terhadap sesama makhluk ciptaan Allah dan hubungan baik manusia
dengan Allah SWT. Tabungan baik ini dapat dikonversi menjadi beragam kecukupan
hidup baik di dunia maupun di akhirat melalui panjatan doa kepada-Nya. Oleh
karena itu, orang suprarasional akan senantiasa merasa cukup dan mensyukuri
kehidupannya karena Allah telah mencukupkan baginya atas segala kebutuhan
hidupnya.
Terdapat
grafik rezeki yang digambarkan dalam buku menggunakan konsep segitiga biru
sebagai tabungan pahala dan konsep segitiga hitam sebagai tabungan amal buruk yang manusia lakukan. Grafik tersebut terdiri dari
garis horizontal sebagai hubungan manusia dengan makhluk Allah lainnya
sedangkan garis vertikal adalah hubungan antara manusia dengan Allah secara
langsung. Konsep tersebut menggambarkan bahwa semakin luas tabungan segetiga
biru manusia maka berhak atasnya rezeki, doa yang dikabulkan, amanah yang
diterima dan segala kebaikan dunia dan akhirat. Adapun apabila tabungan
segitiga hitam yang lebih luas sehingga luasan segitiga biru semakin sempit bahkan
tertutupi maka manusia tidak berhak atas kebaikan yang diinginkannya seperti
rezeki, doa yang dikabulkan, amanah dan kebaikan lainnya. Apa yang Allah ganjar
baik dari tabungan biru maupun tabungan segitiga hitam tak lain adalah agar
manusia semakin mensyukuri nikmat dan dekat kepada Allah.
Keikhlasan
adalah kunci utama dalam memperluas tabungan biru dalam hidup kita. Pemimpin yang
baik adalah pemimpin yang suprarasional dan dapat mengajak pengikutnya kembali
kepada Allah dan memperluas segitiga biru bersamaan. Segitiga biru yang luas
akan memberikan kesejahteraan bagi mereka, jika pemimpin itu presiden maka
negara akan menjadi negri baldatun
thayibatun wa rabbun ghafur.
Buku
ini sangat menginspirasi sekali untuk dibaca, selain bahasanya mudah dipahami juga
disusun berdasarkan pengalaman penulis yang dikemas dengan baik. Adapun manfaat
yang dapat diambil dari buku ini adalah tentang perlu kita sadari untuk hidup
berubah menuju lebih baik. Jika cara-cara rasional sulit untuk bersaing
menyelesaikan permasalahan yang rumit saat ini dan sulit untuk menemukan
solusinya, maka pemikiran suprarasional untuk menyelesaikan masalah tersebut patut untuk dicoba.
Komentar
Posting Komentar